PENGURUS KEMBAR DEWAN PENDIDIKAN, MENGAPA?
Dewan Pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana
|
Kalender Libur Nasional 2010
Kalender hari libur nasional tahun 2010 sesuai dengan ketetapan Pemerintah Republik Indonesia
Betapa Mudah Menulis Karya Ilmiah
Banyak orang mengatakan bahwa menulis karya ilmiah itu susah. Tapi buku ini mengatakan sebaliknya, bahwa menulis karya ilmiah itu sebenarnya mudah dan gampang—tidak jauh berbeda dengan menulis karya non-ilmiah.
Dirjen Mandikdasmen Resmikan Workshop Perencanaan Dikdasmen Regional III di Makasar
Ditulis oleh Adib Minnanurrachim, tanggal 16-05-2009
Prof. Suyanto Ph. D., Meresmikan Pembukaan Workshop Dikdasmen Regional III di Makasar
Makasar (Mandikdasmen): Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Prof. Suyanto, Ph. D., meresmikan pembukaan Workshop Perencanaan Dikdasmen Regional III, Angkatan I dan II di Hotel Singgasana, Makassar. (Jum’at, 15 Mei 2009). Dalam Workshop yang berlangsung mulai 15 s.d 20 Mei ini, hadir para kepala dinas kabupaten dan kota, beserta staf bidang perencanaan.
Dalam kesempatan itu, Suyanto menyampaikan relevansi perencanaan bila hendak merealisasikan tiga pilar kebijakan pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen). Menurutnya, lewat perencanaan yang kuat dan realistis, realisasi tiga pilar kebijakan dikdasmen akan membuahkan hasil yang memuaskan. Tiga pilar kebijakan tersebut adalah; (1) peningkatan dan perluasan akses pendidikan, (2) peningkatan mutu dan daya saing pendidikan, dan (3) penguatan tata kelola dan akuntabilitas serta citra publik
“Perencanaan bagian penting yang tidak boleh diabaikan,” kata Suyanto.
Menurut Suyanto, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang disusun dari dua pendekatan, yaitu; (1) berdasarkan jumlah uang yang ada, dan (2) berdasarkan prioritas-prioritas pembangunan.
Adapun tahapan penyusunanya, perencanaan pendidikan bisa dimulai dengan mengidentifikasi kondisi pendidikan pada saat sekarang, dan bagaimana kondisi pendidikan yang diharapkan pada masa yang akan datang, serta bagaimana alat atau instrumen untuk menuju ke sana.
“Mengingat perencanaan ada jangka pendek, menengah dan panjang, maka ketersediaan data base yang valid tentang pendidikan di daerah sangat penting sekali,” lanjutnya.
Selain menyampaikan perencanaan berbasis data, Suyanto juga menekankan relevansi benchmark pendidikan, sebagai arah dan tujuan pendidikan yang sedang dibangun.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Suyanto mengingatkan bahwa perencanaan yang akan dikerjakan oleh setiap dinas pendidikan kabupaten dan kota seyogyanya bisa selaras dengan perencanaan yang disusun Ditjen Mandikdasmen.
“Dengan perencanaan yang integratif antara pusat dan daerah, pendidikan di Indonesia akan berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak mengalami kebingungan,” kata suyanto.
Pada pembukaan Workshop Perencanaan Dikdasmen Regional III Makassar tersebut, hadir pula Kepala Bagian Perencanaan Setditjen Mandikdasmen Drs. Hartoyo Wibowo, MPA, Kepala Sub Bagian Rencana dan Program Setditjen Mandikdasmen Ir. Drs. Nono Adya S, MT. Arch, dan beberapa staf Bagian Perencanaan Setditjen Mandikdasmen.*